Barusan saja (Rabu 16 November 2016, jam 10 malam), lagi enak tiduran sambil dengerin radio, tiba-tiba hanger (gantungan baju) saya yang tergantung disamping jendela bergoyang-goyang. Karena berbahan besi jadi bunyi “ting-ting” (untung bukan suara Ayu Ting Ting hehehe) ketika berbenturan. Awalnya saya kira angin yang menyebabkan mereka berbenturan.

Namun semuanya berubah ketika badan terasa kayak digoyang-goyang, ingatan saya langsung flashback ke beberapa tahun lalu. Tepatnya ketika merasakan gempa pertama kali di Kota Malang ini. Rasanya sama.

Seketika itu saya langsung berdiri, menyalakan lampu dan keluar kamar kos. Tanya ke penghuni kamar sebelah, eh taunya dia nggak tau kalau ada gempa barusan 😅

Setelah sedikit tenang, cek BBM yang tecent update nya ternyata banyak yang update tentang gempa barusan. Dan ternyata, penyiar di radio bilang, gempa juga dirasakan sampai di Gresik yang notabene adalah Kota di ujung selatan. Kemudian saya juga mengecek twitter BMKG.

Pantesan kerasa banget, ternyata pusat gempa ada di Tenggara Malang. Kedalamannya pun “hanya” 69 km. Menurut update terakhir dari BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Jujur saja, sejak di Malang dan pertama kali merasakan gempa di kosan, saya jadi agak parno kalau merasakan tanda-tanda gempa tadi. Padahal kemarin saya ngerasanya ada gempa, ternyata pas saya cek tidak ada benda yang bergoyang-goyang. Hehehe

Alhamdulillah, belum ada kabar mengenai kerusakan ataupun korban akibat gempa. Semoga saja tidak apa-apa.

Mohon maaf kalau penulisannya kacau, karena masih sedikit shock. 😁