Postingan ini saya niatkan untuk catatan pribadi saya, sekaligus berbagi pengalaman saya pada saat mengurus paspor secara online di Kota Malang. Perlu diketahui, KTP asal saya adalah Kabupaten Sidoarjo dan sedang berdomisili di Kota Malang.

Apa saja persyaratan yang dibutuhkan? Hanya KTP asli, Kartu Keluarga (KK) asli, dan Akta Kelahiran/Ijazah Pendidikan Terakhir asli. Selain itu, dibutuhkan juga fotokopi dari dokumen tersebut (KTP, KK, Akta Kelahiran/Ijazah) masing-masing 1 lembar. Untuk fotokopi KTP, dijadikan 1 lembar penuh dengan susunan bagian depan KTP diletakkan diatas dan bagian belakang KTP diletakkan dibawah.

Total ada 5 tahapan yang saya lewati. Pertama, yang saya lakukan adalah mengajukan permohonan online melalui website imigrasi Indonesia disini Web Imigrasi atau https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

Tampilan web imigrasi (03 Agustus 2016)

Setelah muncul tampilan web seperti diatas (apabila tidak mengalami perubahan), klik ‘Pra Permohonan Personal’. Kemudian akan muncul seperti dibawah ini:

Selanjutnya mengisi Jenis Permohonan dengan ‘Baru – Paspor Biasa’, karena saya ingin mengajukan paspor baru. No Paspor Lama saya kosongi karena belum pernah memiliki paspor. Untuk Jenis Paspor saya pilih 48H Perorangan, karena memang hanya itu pilihan yang tersedia 😁. Terakhir, memilih Kantor Imigrasi yang akan saya tuju untuk mengurus paspor. Klik Lanjut.

Untuk halaman selanjutnya akan ada kolom-kolom tentang data pribadi yang harus di isi, mulai dari e-mail , Nama, Tempat & Tanggal lahir, dan lain-lain. Disini saya mengisi data sesuai dengan KTP dan KK (kecuali e-mail 😁) agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah selesai sampai dengan kolom terakhir, yakni verifikasi data yang telah dimasukkan. Apabila tidak terdapat kesalahan, Lanjut. O ya, ada form captcha yang harus diisi dengan benar sesuai dengan gambar diatasnya untuk memastikan bahwa permohonan tersebut memang diajukan oleh manusia, bukan bot.

Kemudian tahapan kedua adalah mengecek e-mail yang telah didaftarkan. Namun setelah berkali-kali refresh tidak ada e-mail masuk, akhirnya saya cek di folder Junk. Ternyata ada email dari imigrasi yang berisi Bukti Pengantar ke Bank. Setelah itu saya cetak dan meluncur ke Bank BNI terdekat, yaitu Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Total uang yang harus dibayarkan adalah Rp. 360.000, padahal di pengantar Rp. 355.000 dengan rincian Biaya Paspor Rp. 300.000 dan Biaya Biometrik Rp. 55.000. Ternyata ada biaya admin bank sebesar Rp. 5.000 😂

Setelah melakukan pembayaran, saya membuka lagi email dari imigrasi dan meng-klik link yang ada dibagian bawah email. Kemudian memilih tanggal kedatangan saya ke Kantor Imigrasi Malang dan memilih tanggal 1 Agustus 2016.

Tahapan selanjutnya adalah dengan datang ke Kantor Imigrasi Malang yang berada di Jl. R. Panji Suroso 4 Malang. Ancer-ancernya kalau dari Kota adalah ke arah terminal arjosari (bawah fly over arjosari belok kanan), lalu ada pertigaan besar (sebelah kiri jalan ada Taspen) belok ke kanan, dan kurang lebih 150 meter akan ada Kantor Imigrasi Malang di sebelah kanan jalan.

Kantor Imigrasi Malang. sumber: google

Hal yang pertama kali saya lakukan adalah menunggu didepan pintu gerbang, karena saya datang jam 6 kurang dan disana sudah ada 3 orang yang menunggu. Sebuah usaha yang bisa dibilang sia-sia karena harus menunggu sampai dengan jam 07:30, saat pintu dibuka dan mulai diperbolehkan untuk antri di ruang Customer Care. Antrian hanya diperbolehkan dari jam 07:30 sampai dengan 10:00. Lebih sia-sia lagi ketika saya harus memarkirkan motor saya dibelakang, sementara ada beberapa orang dari rombongan haji/umrah dan puluhan siswa salah satu sekolah negeri dari kota sebelah. Sudah dapat dipastikan saya mendapatkan tempat antrian di ujung dari barisan antrian resmi (didalam area antrian Customer Care), meskipun sebenarnya dibelakang saya masih banyak antrian. Jadi intinya di hari pertama dan langkah pertama saat datang ke Kantor Imigrasi Malang adalah, datang sesaat sebelum pintu gerbang dibuka lalu segera bergegas menuju antrian Customer Care setelah pintu gerbang dibuka. Karena, who fast who get. Tidak peduli sudah menunggu berapa lama.

Setelah selesai dari ruangan Customer Care dengan memberikan berkas asli (KTP, KK dan Ijazah), dan diberikan map kuning sekaligus beberapa lembar form untuk diisi. Saya harus menuju koperasi yang terletak di pojok depan dari Kantor Imigrasi Malang untuk fotokopi KTP, KK dan Ijazah dengan biaya Rp. 1.000,-. Kemudian lanjut memasuki ruangan dengan pintu kaca yang berada di sebelah kanan lorong, mengambil antrian di Pak Satpam, dan mengisi formulir.

Nomor antrian pengajuan paspor.

Antrian didalam cukup banyak. Namun berbeda maksud dan tujuannya. Terbagi menjadi A-E. Setelah itu menunggu sampai nomor antrian saya dipanggil untuk memasuki ruang foto. Pada saat sudah di ruang foto saya menyerahkan map kuning kepada petugas, lalu dilakukanlah wawancara informal tentang negara tujuan, dalam rangka apa, dan sebagainya. Akhirnya selesailah prosesi hari ini yang ditandai dengan pengecekan data yang ada di layar monitor apakah sudah benar atau masih terdapat kesalahan. Kemudian petugas mengembalikan kertas yang dibawa untuk membayar ke bank dan bukti pembayaran yang disertai dengan tanggal pengambilan paspor, 4 Agustus 2016, yaitu 3 hari berikutnya.

Saya kembali ke Kantor Imigrasi Malang pada 4 Agustus 2016 like a boss, karena sudah ada pengalaman pahit sebelumnya ✌🏻️😁 Saya datang kurang lebih jam 8 dan langsung menuju ruang pintu kaca, mengambil antrian di Pak Satpam sambil menyerahkan berkas yang diberikan oleh petugas foto dan wawancara (bukti pembayaran bank dan pengantar ke bank) untuk di cek sekaligus memberikan penilaian terhadap pelayanan Kantor Imigrasi Malang, apakah memuaskan atau tidak.

Setelah nomor antrian saya dipanggil, saya pun menuju loket pengambilan paspor yang berada di pojok kiri depan ruang pintu kaca. Kemudian menyerahkan lagi bukti pembayaran bank, pengantar ke bank, sekaligus nomor antrian. Pada tahap ini, petugas langsung memanggil 2 nomor antrian. Beberapa saat kemudian petugas memberikan paspor baru saya (akhirnya punya paspor juga 😂) dan meminta untuk dicek data diri saya apakah sudah benar. Setelah tak ada kesalahan, petugas meminta saya untuk memfotokopi halaman 1 dan 4 untuk diserahkan kepada beliau lagi. Apesnya, mesin fotokopi sedang diservis dan saya harus berjalan menuju Kantor Depag Malang yang berada disebelah kiri Kantor Imigrasi Malang.

Demikianlah prosesi yang saya jalani untuk mendapatkan paspor baru. Dapat saya simpulkan;

  1. mengajukan permohonan secara online
  2. mencetak pengantar ke bank &  membayar ke bank
  3. memilih tanggal kedatangan ke Kantor Imigrasi pilihan & mencetak undangannya
  4. datang ke Kantor Imigrasi untuk menyerahkan berkas
  5. datang lagi ke Kantor Imigrasi untuk mengambil paspor

Total biaya yang saya keluarkan dalam pengurusan paspor ini adalah:

360.000 Paspor, biometrik, dan admin bank

1.000 Parkir di bank

1.000 Fotokopi di koperasi imigrasi

2.000 Parkir di imigrasi hari pertama

1.000 Fotokopi di koperasi Depag

2.000 Parkir di imigrasi hari kedua

——————————- +

total 367.000

Minus materai karena saya memakai materai yang selalu tersedia di dompet ✌🏻️😁