Akhir-akhir ini di timeline Twitter gue ama televisi gue mulai gencar tentang “Tomcat”.
Penasaran sama tomcat ini akhirnya gue coba iseng-iseng terus mantengin TV kesayangan, dan hasilnya ketemu juga sama yang satu ini.
Di acara “8-11 Show Metro TV” pagi ini (Selasa, 20 Maret 2012) gue dapet info yang menurut gue baru gue tahu, apa itu tomcat. Yang ternyata lagi maraknya di daerah Surabaya. Rumah gue di Sidoarjo, semoga aja deh nggak sampai ke Sidoarjo.
Yang di Sidoarjo, berdo’a yuk.🙂
Ternyata tomcat adalah sejenis serangga. Kalo gue lihat sih kaya’nya mirip ama semut gitu.
ini nih penampakannya:


Gejala atau efek yang ditimbulkan dari tomcat tersebut diantaranya adalah:
-gatal-gatal
-rasa seperti terbakar
-melepuh
-serta luka yang berbentuk linier berwarna merah (membentuk garis lurus)

Namun tidak ada ciri khusus dari serangan serangga tomcat ini.
Hanya saja tadi Bu Dokternya bilang kalo terkena gejala seperti diatas langsung saja dibawa ke puskesmas atau dokter terdekat. Soalnya kalo dokter terjauh ya kelamaan dong. hehehe

Kemudian jika Anda menemukan serangga seperti yang ada di gambar, bergaris merah di tubuhnya, segera ambil si tomcat tersebut dengan plastik/kertas, lalu buang. Jangan sampai terkena kontak kulit dengan serangga tersebut.
Namun jika sudah atau sempat terkena kulit, segera cuci dengan air dingin yang mengalir.
Jika terdapat beberapa luka atau tanda bekas serangga tomcat, segera bawa ke puskesmas atau dokter terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Untuk proses penyembuhan dari efek serangga ini tergantung pada penanganan yang diberikan.
Jika lebih awal penanganan medis, maka (Insya Allah) hanya luka lokal (tidak merembet), akan cepat sembuh dan tidak meninggalkan bekas luka.
Namun jika terlambat, (Insya Allah) akan meninggalkan bekas luka hitam dan penyembuhannya pula bergantung pada kemauan pasien untuk menjaga dan merawat luka tersebut agar tidak menyebar luas dan semakin parah.
Karena luka tomcat itu bisa menyebar melalui sentuhan, misalnya terkena kain/handuk.
luka ini bisa semakin parah jika terjadi komplikasi/infeksi. Oleh karena itu kebersihan sangat berperan dalam penyembuhan ini.
Untuk rasa gatal yang disebabkan tomcat, usahakan untuk tidak digaruk. Untuk mencegah meluas dan memperparah kondisi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan serangga tersebut:
-menjaga kebersihan
-semprot anti serangga
-gunakan jaring-jaring (net)
-matikan/redupkan lampu

Serangga tomcat ini termasuk hewan nokturnal, atau beraksi di malam hari, kemudian menyukai cahaya (lampu).
Untuk itu, sebelum tidur Anda juga bisa mengecek korden atau lemari apakah ada serangga tomcat yang menempel. Jika ada, jangan dipukul atau kontak kulit, ambil dengan plastik atau kertas, lalu buang.

Oia, efek serangga tomcat ini tidak menimbulkan hal yang fatal. Kata Bu Dokter tadi tidak usah khawatir.
Terus ketika ditanya soal kelumpuhan atau kematian akibat serangan ini, beliau menjawab “sangat jauh dari kelumpuhan dan sejauh ini belum ada laporan tentang akibat fatal”.

Kaya’nya udah segitu aja yang berhasil gue tangkap dari wawancara reporter Metro TV dengan Dokter Kulit RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Semoga aja kita terhindar dari bahaya tersebut.
Amiin..