Baru saja berakhir pertandingan antara Timnas Indonesia U-21 melawan Timnas Brunei dalam Final Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2012 yang diselenggarakan di Brunei.
Hasilnya cukup mengecewakan, Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Timnas Brunei.

Sebuah pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu jutaan rakyat Indonesia ditengah carut-marutnya persepakbolaan Indonesia.
Partai final, selangkah lagi menuju “juara”.
Sebuah prestasi yang sangat dinantikan.

Di jalannya pertandingan, memang pada saat babak pertama permainan Indonesia cukup dominan dan efektif dalam menyerang.
Namun lagi-lagi harus patah di hadapan pemain Brunei.Mulai dari kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para Garuda muda Indonesia (terlalu sering melakukan umpan jauh ke depan), hingga begitu rapatnya penjagaan pemain-pemain Brunei.

Andik Vermansyah pun dibuat tak banyak menunjukkan aksinya dikarenakan penjagaan yang cukup ketat dari pemain Brunei.
Setidaknya ada 2 sampai 3 pemain yang menjaganya.
Tak pelak, banyak serangan-serangan yang dibangun oleh para pemain muda Indonesia yang kandas ditengah lapangan.

Namun Brunei dapat melakukan balasan berupa serangan balik yang beberapa kali cukup merepotkan barisan pertahanan Indonesia.
Bahkan gol yang dibuat oleh pemain brunei juga berasal dari counter-attack tersebut.
Tidak heran memang. Ketika itu pertahanan Indonesia sudah tidak sempurna dikarenakan beberapa pemain belakang yang sedikit lepas pengawasan dan penjagaan terhadap para penyerang Brunei.
Alhasil gol pun dicapai oleh Brunei.
Tak hanya satu gol, dua gol bersarang di gawang Garuda muda Indonesia.

Tetapi apapun hasilnya, Garuda tetap di dada.
Darahku masih merah, dan tulangku masih putih.
Mereka telah berjuang, hanya saja hasil yang kurang memuaskan.
Para pemain Indonesia telah melakukan yang terbaik dalam pertandingan ini.
Namun tidak dipungkiri bahwa permainan Brunei malam ini jauh dari sejarah dan statistik yang ada.
Misalnya saja kata komentator dan pembawa acara tadi yang mengatakan bahwa Indonesia selalu mampu untuk mengatasi Brunei, menang dan seri, tidak pernah kalah (seingat saya sih). Namun karena pertandingan ini final dan juga usia yang masih muda dapat memberi warna berbeda dalam pertandingan ini.

Begitu juga tentang persiapan.
Menurut komentator tadi, timnas Brunei sudah dibentuk dari bulan Agustus tahun kemarin. Sedangkan timnas Indonesia baru saja dibentuk.
Lalu kenapa kita juga tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Brunei?
Apakah kita akan selalu seperti ini, persiapan yang singkat disetiap akan ada pertandingan tertentu?
Semoga saja tidak.

Semoga kedepannya timnas Indonesia bisa lebih maju, lebih siap dan lebih matang.
Tidak hanya para pemain, namun semua komponen didalamnya.
Termasuk para pengurus persepakbolaan di Indonesia.

ini hanyalah curahan hati seorang pendukung Timnas Indonesia.
tidak ada maksud untuk memojokkan atau menjelek-jelekkan pihak tertentu.
saya hanyalah seorang rakyat biasa yang menginginkan adanya prestasi dalam persepakbolaan Indonesia.
mohon maaf jika ada kurang atau lebihnya, saya hanyalah orang awam dalam persepakbolaan.

by papazz23
Posted with WordPress for BlackBerry.